Gunung Krakatau yang meletus pada 27 Agustus 1883 dahsyatnya
telah banyak di ketahui orang. Letusannya sanggup menewaskan 36.500
orang. Tidak hanya itu, letusan Krakatau dikabarkan menciptakan
gelombang tsunami setinggi 40 meter!
Gunung Krakatau
adalah salah satu gunung besar dari segi letupan vulkaniknya.
Tetapi puluhan tahun kemudian tiba - tiba muncul gunung baru di wilayah
Pegunungan Krakatau, dan kemudian disebut sebagai
Gunung Anak
Krakatau.
Menurut masyarakat sekitar, di areal Gunung Anak Krakatau tersebut
sering terjadi keanehan. Dan berikut ini
misteri di seputar Gunung
Anak Krakatau.
Penemuan Hewan Misterius
Para wisatawan dalam dan luar negeri
yang melakukan penelitian di wilayah Gunung Anak Krakatau pernah
menjumpai hewan seperti kadal besar dan burung besar. Menurut Polisi
hutan, hewan tersebut tidak mungkin berada di wilayah Gunung
Anak
Krakatau, karena wilayah pegunungan tersebut ekosistemnya dijaga
ketat.
Polisi hutan yang bertugas setiap hari
di kawasan
Gunung Anak Krakatau
tersebut tidak pernah melihat hewan yang
disebutkan oleh para wisatawan itu.
Acara Wayang
Menurut penjaga Cagar Alam Gunung Anak
Krakatau pernah mendengar pada suatu malam adanya suara seorang
wanita
yang memanggil nama “Bambang”, ketika sedang melakukan patroli
rutin di perariran Gunung Anak Krakatau tersebut. Namun, mereka tidak
menemukan sosok perempuan tersebut di wilayah itu.
Kemudian petugas tersebut juga pernah
mendengar suara - suara gamelan wayang dan suara ramai-ramai mirip pasar
dari Gunung Anak Krakatau tersebut, namun setelah dicari - cari
sumber
suara tersebut; mereka tidak menemukan apa - apa.
Penampakan Kapal Laut
Selain suara - suara yang sering
mengganggu petugas ketika berpatroli di Gunung Anak Krakatau, penampakan
sebuah kapal putih juga menjadikan gunung ini semakin beraura mistis.
Petugas mengaku pernah melihat siluet
kapal berwarna putih di perairan Gunung Anak Krakatau, namun setelah
dilakukan pencarian; mereka tidak menemukan kapal putih yang
dilihatnya.
Kemunculan Anak Krakatau
Gunung Krakatau purba diperkirakan memiliki ketinggian 2.000 meter.
Dalam buku Jawa kuno, Pustaka Raja,
menceritakan bahwa Gunung Krakatau purba pernah meletus
pada tahun 416
dan menyisakan 3 pulau, yaitu Pulau Rakata, Sertung, dan Panjang.
Kemudian
Gunung Krakatau
kembali meledak
pada tahun 1883 dengan letusan besarnya hingga menghancurkan tiga
perempat tubuh gunung tersebut. Letusan tersebut menyebabkan perubahan
iklim dunia, ribuan orang tewas, dan menciptakan
Tsunami setinggi
40
meter.
Namun kemudian pada tahun 1927, para
nelayan yang sedang melaut di wilayah Krakatau dikejutkan dengan
munculnya asap dari permukaan laut. Kemudian muncullah Gunung Anak
Krakatau yang hingga kini masih terus tumbuh. Gunung Anak Krakatau
hingga sekarang masih sering mengalami erupsi.
Penjagaan Ekosistem
Cerita mistis seputar Gunung Anak
Krakatau memang sudah menyebar dalam perbincangan masyarakat
sekitar.
Namun hal tersebut juga memiliki keuntungan tersendiri untuk
perkembangan ekosistem Gunung Anak Krakatau tersebut.
Gunung Anak Krakatau bukan tempat untuk
wisata, karena pemerintah menetapkan daerah tersebut sebagai Cagar Alam;
yang sangat dijaga ketat evolusi hewan dan tanaman yang berada di
wilayah itu.
Menurut para ahli, Anak Krakatau
merupakan
harta bagi ilmu pengetahuan dikarenakan kemunculan
gunung
berapi dari dalam laut merupakan fenomena yang sangat langka di dunia.
Orang yang diizinkan menginjak Gunung Anak
Krakatau yaitu orang yang memiliki izin untuk penelitian, pendidikan,
pengembangan pengetahuan, dan penunjang budidaya.